Ceritanya nih ........ setelah istikharoh aku mantap untuk dioperasi. Aku nemu benjolan itu pertama kali 13 tahun lalu di kelenjar mamae. Tanggal 8 juli lapor ke RS Persahabatan, ternyata langsung di suruh masuk bangsal perawatan hari itu juga, blom bawa baju je. Akhirnya setelah semua urusan administrasi selesai aku pulang, istirahat dan baru masuk bangsal jam 9.30 malam. Sepanjang malam aku baca2 ayat kursi, muter surat yasin, dan dzikir " ya Allah, Ya Salaam" sampai tidur. Di tensi 140. Meskipun tampak luar tenang-tenang saja .......... ternyata tensi gak bisa dibohongi euy. Disuruh puasa dari jam 12 malam.
Tanggal 9 pagi .... jam 7 dokter datang "nanti kita operasi jam 8 ya?" . Aku dah mandi dari tadi subuh.
Jam 8 . Sebelum operasi aku sholat sunnah mutlak 2 rakaat untuk menenangkan diri. Di luar kamar sang petugas penjemput sudah menunggu. Akhirnya jadi juga ni ..... tensiku pagi ini masih 140. Di ruang tunggu ...kedua orangtuaku dan 2 orang adikku dah menunggu, nganter dan mau nungguin dan doa'in aku supaya operasinya sukses. Aku dinaikin ke kursi roda .... macam orang pesakitan aja.
Setelah muter-muter lorong rumah sakit sampai tu ke gedung operasi. Beberapa orang dah ngantri di gedung operasi ini. Akhirnya aku dipanggil masuk juga. Wah ....baju suruh dilepas semua.... ganti baju ijo operasi, dan berselimut disuruh naik tempat tidur beroda, kepalaku dibungkus kain ijo juga dan diinfus deh. Di tensi lagi 136.
Di sebelah kiriku terbaring seorang ibu yang sudah beberapa kali batal untuk dioperasi, karena tensinya selalu tinggi. tensinya saat itu 170. Suster membujuknya supaya tenang dan supaya tensinya bisa turun.
Di gedung ini aku didorong ke arah sebuah ruang operasi yang cukup besar. Aku kedinginan, ACnya dingin banget. Aku disuruh pilih langsung masuk ruang operasi atau menunggu di depan pintu saja. Suster bilang di dalam masih ada yang sedang dioperasi, dan di dalam lebih dingin. "Di luar saja Sus", jawabku.
Setelah beberapa lama menunggu, aku didorong masuk ke dalam ruang operasi. Kulihat 1 perawat perempuan, 2 perawat laki-laki. Aku di suruh pindah tempat tidur. Alat-alat rekam jantung dipasang di sepanjang dada kiri, ada 1 yang dijepitkan di jari tangan telunjuk kiri, kayaknya ada 1 lagi yang di jepitkan di jempol kaki kiri. Di lengan kanan dipasang tensi otomatis yang berjalan sepanjang operasi. Aku tidak melihat dokter yang akan mengoperasi aku. Aku cuma lihat dokter anastesi datang untuk menentukan obat bius yang akan diberikan kepadaku. sebentar kemudian aku dah gak sadar di antara bacaan zikirku, pasrah sajalah mo bagaimana lagi. Katanya setelah jatuh terbius, dipasang selang lewat mulut entah untuk apa, jadi aku tidak boleh sedang sakit batuk klo mau dioperasi. Urusan aurat ...... darurat ......aku gak pikirin. Agak malu juga sih .... tapi berhubung ....berhubung ....biarlah. Mereka sudah biasa melihatnya.
Eh .....tahu-tahu ...... aku ditepuk-tepuk perawat laki-laki, dan ditanya namaku. Aku terbangun kesadaran tapi blom bisa buka mata, kesadaran blom 100%, tapi aku dah bisa jawab pertanyaan mereka. Dalam hati aku bekata " Oh Operasi dah selesai to ? kok gak ada rasanya ya?" Aku sudah berada di luar ruang operasi dan hampir siap dibawa keluar gedung itu untuk dibawa ke bangsal rawat inap lagi. Jam 12 siang waktu aku disadarkan. Aku masih ingat untuk meminta kerudungku u kupakai sebelum didorong ke luar gedung.
Alhamdulillah ............ aku selamat.
Sampai di ruang rawat aku dipasangi infus baru dan disuntik 3 macam suntikan, cukup terasa sakit suntikannya. Salah satunya suntikan penghilang rasa sakit. Di suntik 3 X sehari hari itu. Aku lihat benjolan yang diambil itu ada 2 kecil segede kacang merah dibagi dua agak gepeng, warna putih padat seperti lemak. Itu baru mau di bawa ke laborat.
Kamis Tgl. 10 juli pagi di suntik lagi ..... Eh ............... waktu dokter datang " hari ini boleh pulang katanya". Wah jadi berseri-seri nih daku. Klo lama-lama di situ Stress lihat kanan kiriku kok sakitnya pada ngeri ya....... semoga keduanya cepat sembuh.
Akhirnya setelah urusan administrasi beres, jam 12 siang aku pulang ............... sampai rumah deh. ............ Eh ............ ada telpon ...........Yang pada mau nengok dah yampe rumah sakit. "Nengoknya ke rumah aja! "
Sabtu 12 juli ..................... Kubilang ke saudaraku, "Kita ke PRJ yuk ! ".
Hasil laboratorium seminggu kemudian : kesimpulannya : Mamary Displasia (kalo gak salah kata dokter artinya tumor jinak mamae yang paling ringan yang disebabkan oleh ketidak seimbangan hormon).